HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI KAMPUNG PETTA SELATAN

SEX AND BODY MASS INDEX AT RISK OF CORONARY HEART DISEASE IN PETTA SELATAN VILLAGE

  • Jelita Siska Herlina Hinonaung Politeknik Negeri Nusa Utara
  • Iswanto Gobel Politeknik Negeri Nusa Utara
  • Meistvin Welembuntu Politeknik Negeri Nusa Utara
  • conny surudani Politeknik Negeri Nusa Utara
Keywords: Jenis Kelamin, IMT, PJK

Abstract

Di dunia setiap 40 detik terdapat satu orang meninggal akibat penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner (PJK) menempati urutan pertama penyakit kardiovaskuler di Indonesia. Faktor risiko PJK yaitu faktor risiko yang dapat dikurangi, diperbaiki atau dimodifikasi dan faktor risiko yang bersifat alami atau tidak dapat dicegah. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor risiko yang tidak dapat diubah sedangkan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu faktor yang dapat dimodifikasi. Adanya faktor risiko menyebabkan seseorang akan menderita penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan penelitian tentang faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Tujuan: mengetahui jenis kelamin dan Indeks Massa Tubuh (IMT) berisiko terhadap kejadian Penyakit Jantung Koroner. Metode: Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan besar sampel sebanyak 32 responden yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (59%) dan IMT dalam kategori normal (53%). Kesimpulan: jenis kelamin dan IMT tidak berisiko menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner. Saran: Diharapkan masyarakat adanya kesadaran untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan secara teratur.

 

In the world every 40 seconds there be one person dying from coronary heart disease. Coronary heart disease (CHD) ranks first in cardiovascular disease in Indonesia. CHD risk factors are risk factors that can be reduced, corrected or modified and risk factors that are natural or cannot be prevented. Gender is one of the risks factors that cannot be changed while Body Mass Index (BMI) is one of the factors that can be modified. The existence of risk factors causes a person will suffer from coronary heart disease. Therefore, it is important to conduct research on risk factors that can cause coronary heart disease. Objective: To determine sex and body mass index (BMI) at the risk of coronary heart disease. Method: This research design used cross-sectional with a sample size of 32 respondents taken in total sampling. The results showed the majority of respondents were female (59%) and BMI in the normal category (53%). Conclusion: Gender and BMI have no risk of causing coronary heart disease. Suggestion: Hoped that the community will have awareness to check themselves into health facilities regularly.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Jelita Siska Herlina Hinonaung, Politeknik Negeri Nusa Utara

Program Studi Keperawatan

Iswanto Gobel, Politeknik Negeri Nusa Utara

Program Studi Keperawatan

Meistvin Welembuntu, Politeknik Negeri Nusa Utara

Program Studi Keperawatan

conny surudani, Politeknik Negeri Nusa Utara

Program Studi Keperawatan

References

AHA. 2017. (online) www.heart.org/HEARTORG/ diakses pada tanggal 11 April 2018.

Billota. 2011. Kapita Selekta Penyakit: Dengan Implikasi Keperawatan. EGC: Jakarta.

Ghani, L., Susilawati, M.D., Novriani, H. 2016. Faktor risiko dominan penyakit jantung koroner di Indonesia. Badan penelitian kesehatan: 44(3):153-164.

Greenland, P., Alpert, J.S., Biller, G.A., Benyamin, E.J., Budoff, M.J., Fayad, Z.A. 2010. ACCF/AHA; Guidelines for assesment for cardiovaskuler rial in asymptomatic adults; a report of The American College of Cardiology Foundation/American Heart Association Task Force on practice guidelines. J AM Coll Cardio: 56(25):e50-103.

Iskandar., Hadi, A., Alfridsyah. 2017. Faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner pada pasien rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh. Aceh Nutrition Journal: 2(1): 32-42.

Kementerian Kesehatan. 2014. Situasi Kesehatan Jantung. Jakarta: Pusat data dan informasi Kemenkes.

Oemiati, R & Rustika. 2015. Faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK) pada perempuan. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 18(1): 47-55. (online) https://media.neliti.com/media/ publications/163285-ID-none.pdf diakses pada tanggal 30 Agustus 2018.

Price, S. A & Wilson, L. M. 2006. Patofisiologi; konsep klinis proses-proses penyakit. Edisi 6. EGC: Jakarta.

Rahayu, M.S. 2018. Hubungan indeks massa tubuh dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara. Jurnal kedokteran dan kesehatan Malikussaleh. (online) https://ojs.unimal.ac.id/ index.php/averrous/article/download/400/325 diakses pada tanggal 10 Januari 2019.

Supriyono, M. 2008. Faktor-faktor yang berpegaruhi terhadap kejadian penyakit jantung koroner pada kelompok usia 45 tahun (studi kasus di RSUP Dr Kariadi dan RS Telogorejo Semarang). Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.

WHO. 2017. Coronary Heart Disease. (online) www.who.int/mediacentre/factsheets/fs317/en/ diakses pada tanggal 10 April 2018.

Zahrawardani, D., Herlambang, K.S., Anggraheny, H.D. 2013. Analisis faktor risiko kejadian penyakit jantung koroner di RSUP Dr Kariadi Semarang. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah: Volume 1 Nomor 2.

Published
2019-11-30