PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI AROMATERAPI LAVENDER PADA KLIEN DENGAN NYERI POST SECTIO CAESAREA

APPLIES RELAXATION TECHNIQUE OF LAVENDER AROMATHERAPHY TO CLIENT POST SECTIO CAESAREA WITH PAIN

  • Fanda Fransiska Kakuhese Politeknik Negeri Nusa Utara
  • Christien Rambi Politeknik Negeri Nusa Utara
Keywords: Sectio Caesarea, aromaterapi lavender

Abstract

Setiap wanita  pada umumnya mengharapkan persalinan yang aman. Salah satu  jenis persalinan yaitu Sectio Caesarea (SC). Masalah utama pada klien Post Sectio Caesarea adalah nyeri. Aromaterapi lavender merupakan salah satu terapi non farmakologis. Sudi kasus menerapkan teknik relaksasi aromaterapi lavender pada klien dengan nyeri post Sectio Caesarea. Jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Mei 2019 di RSD Liunkendage Tahuna dengan 3 orang ibu post SC sebagai responden. Instrumen penelitian menggunakan lilin aromaterapi lavender, penilaian skala nyeri 0-10 (0 tidak nyeri, 1-3 nyeri ringan, 4-6 nyeri sedang, 7-9 nyeri berat terkontrol, dan 10 nyeri tidak terkontrol), dan format pengkajian maternitas. Responden diberikan aromaterapi lavender selama ± 30 menit dan dilakukan selama 2 hari perawatan (pagi dan sore hari). Setelah dilakukan teknik relaksasi aromaterapi lavender terjadi penurunan skala nyeri pada ketiga klien. Klien pertama dari skala 6 (sedang) menjadi nyeri 2 (ringan), klien kedua dari skala 6 (sedang) menjadi skala 2 (ringan), dan klien ketiga dari skala 5 (sedang) menjadi skala 1 (ringan). Teknik relaksasi aromaterapi lavender mampu diterapkan pada ketiga klien dan menghasilkan penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender dari skala nyeri sedang menjadi skala nyeri ringan, sehingga aromaterapi ini dapat dijadikan intervensi perawatan pada klien post sectio caesarea untuk menurunkan nyeri.

 

Every woman in general expects safe delivery. One type of labor is sectio caesarea. The main problem in post sectio caesarea is pain. Lavender aromatherapy is a non-pharmacological therapy. Apply lavender aromatherapy relaxation techniques to clients with post sectio caesarea pain. Descriptive research method was conducted in May 2019 at public hospital Liunkendage Tahuna with three (3) post SC mothers as respondents. Research instrument used lavender aromatherapy candles, observation sheet of pain scale from 0 to10 (0 no pain, 1-3; midle pain, 4-6; severe pain, 7-9; controlled severe pain, 10; uncontrolled severe pain and maternity reasearch format.  After applies relaxation techniques by lavender aromatherapy in 30 minutes and two days did treatment (morning and afternoon) scale of pain was down. First client from scale six (midle) to pain scale two (relief) second client from six scale (midle) to two (relief) and thrid client from scale five (midle) to one (relief). Lavender aromatherapy relaxation techniques can be applied to all clients and those was decreased in pain scale before and after applied lavender aromatraphy and from midle to relief scale pain and it mean aromatherapy can be used as a treatment intervention in Post Sectio Caesarea client to reduce pain.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Fanda Fransiska Kakuhese, Politeknik Negeri Nusa Utara

Program Studi Keperawatan

Christien Rambi, Politeknik Negeri Nusa Utara

Program Studi Keperawatan

References

Anwar Mutia, Astuti Titi, dan Bangsawan Merah. 2018. Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Skala Nyeri Klien Paska Operasi Sectio Caesarea. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, Volume 14, Nomor 1 e-ISSN 2655-2310.

Azizah. 2017. Penerapan Distraksi Relaksasi Aromaterapi Lavender Untuk Mengurangi Nyeri Akut Pada Klien Post Operasi Appendix di RS PKU Muhammadiyah Gombong. KTI. Diakses di https://elib.stikesmuhgombong.ac.id tanggal 03 April 2019.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013 (RISKESDAS 2013). Jakarta: Depkes RI.

Dasna, Utami Gamya, dan Arneliwati 2014. Efektifitas Terapi Aroma Bunga Lavender (Lavandula Angustifolia) terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Klien Infark Miokard. Artikel. Diakses di https://media. neliti.com tanggal 03 April 2019.

Dewi, I P. 2010. Aromaterapi Lavender Sebagai Media Relaksasi. Artikel. Diakses di https://jurnal.unud.ac.id tanggal 03 April 2019.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe. 2017. Profil Kesehatan Daerah. Kabupaten Sangihe.

Koensoemardiyah. 2009. A-Z Aromaterapi Untuk Kesehatan, Kebugaran, dan Kecantikan. Yogyakarta: Lily Publisher.

Maryunani, A. (2010). Nyeri Dalam Persalinan, Teknik Dan Cara Penanganannya. Jakarta: Trans Info Media.

Mubarak Wahid, Indrawati L, dan Susanto J. 2015. Buku Ajar Ilmu Keperawatan Dasar. Jakarta: Salemba Medika.

Potter dan Perry. 2010. Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Konsep, Proses Dan Praktik Klinik Edisi Ketujuh. Jakarta: EGC.

Pratiwi Ratna. 2012. Penurunan Skala Nyeri Akibat Luka Post Sectio Caesarea Setelah Dilakukan Latihan Teknik Relaksasi Pernapasan Menggunakan Aromaterapi Lavender Di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Artikel. Students e-Journal Volume 1 Nomor 1. Diakses di https://jurnal.unpad.ac.id

Sulistyo. 2013. Konsep & Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.

Waqila. 2016. Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Perubahan Tingkat Nyeri Ibu Post Sectio Caesareaa. Jurnal Husada Mahakam Volume IV Nomor 2.

Widayani, 2017. Lavender Aromatherapy Reduced the Intensity of Perineal Pain among Post Partum women, jurnal ners dan kebidanan Indonesia. Diakses di https://ejournal. almaata.ac.id/index.php/JNKI tanggal 14 Maret 2019

World Health Organization. 2015. WHO Statement on Caesarean Section Rates. (www.who.int/reproductivehealth), diakses 15 Maret 2019.

Published
2019-11-30