EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN PENANGGULANGAN DAN PENATALAKSANAAN PENYAKIT KUSTA DI PESISIR PULAU MAHANGETANG KABUPATEN SANGIHE TAHUN 2019

EVALUATION of THE IMPLEMENTATION of THE PREVENTION PROGRAM FOR THE PREVENTION and MANAGEMENT of LEPROSY ON THE COAST of MAHANGETANG ISLAND SANGIHE REGENCY 2019

  • Detty Jeane Kalengkongan
  • Yeanneke Liesbeth Tinungki Politeknik Negeri Nusa Utara
Keywords: Evaluasi, program, pencegahan, penanggulangan, penatalaksanaan kusta

Abstract

Penyakit kusta bila tidak ditangani dengan cermat, dapat menyebabkan masalah yang kompleks, baik dari segi medis yaitu cacat fisik, juga sampai pada masalah sosial budaya dan keamanan. Untuk mencapai eliminasi kusta pemerintah melakukan upaya menurunkan beban kusta dan memutuskan transisi kusta melalui pencegahan dengan upaya pemberian kemoprofilaksis Rifampisin dosis tunggal pada setiap orang yang hidup bersama serta berinteraksi dengan pasien kusta. Pulau Mahangetang merupakan salah satu kampung project demonstrasi (pilot) kegiatan pemberian kemoprofilaksis tahun 2019 oleh karena ditemui kasus kusta dengan jumlah 22 orang. Tujuan penelitian mengevaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Penanggulangan dan Penatalaksanaan kusta di pesisir pulau Mahangetang. Metode penelitian deskritif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner, wawancara secara mendalam serta observasi langsung. Teknik pengambilan sampel adalah  purposive sampling dengan 10 informan yang ditentukan oleh peneliti sendiri. Hasil penelitian ini menemukan, Kebijakan dan strategi  Input evaluasi pelaksanaan pencegahan penanggulangan dan penatalaksanaan penyakit kusta belum berjalan secara optimal. Proses evaluasi program berjalan sesuai perencanaan, walaupun hasilnya belum maksimal. Output evaluasi pelaksanaan program dengan cakupan 215 orang (43,39%). Kesimpulan Input pelaksanaan belum berjalan secara optimal. Proses dan output pelaksanaan berjalan baik sesuai dengan perencanaan dengan cakupan 43,39%. Saran  dalam melaksanakan program, sebaiknya melakukan advokasi kepada pihak penentu kebijakan, agar dalam pelaksanaan program dapat berjalan baik sehingga penularan kusta dapat ditekan.

 

If not handled carefully, leprosy can cause complex problems, both from a medical perspective, namely physical disabilities, as well as socio-cultural and security issues. To achieve the elimination of leprosy, the government has made efforts to reduce the burden of leprosy and decide the transition to leprosy through prevention by administering a single dose of chemoprophylaxis Rifampicin to everyone who lives together and interacts with leprosy patients. Mahangetang Island was one of the villages for the demonstration project (pilot) for the provision of chemoprophylaxis in 2019 because 22 cases of leprosy were found.The purpose of this research is to evaluate the implementation of the Prevention and Management Program of leprosy on the coast of Mahangetang Island. Qualitative descriptive research method with a phenomenological approach. Data collection obtained through questionnaires, in-depth interviews and direct observation. The sampling technique was purposive sampling with 10 informants who were determined by the researchers themselves. The results of this study found that the policies and input strategies for evaluating the implementation of leprosy prevention and management have not been running optimally. The program evaluation process goes according to plan, although the results were not optimal. The output of program implementation evaluation covered 215 people (43.39%). In conclusion, the implementation input has not run optimally. The implementation process and output went well in accordance with the planning with a coverage of 43.39%. Suggestions in implementing the program, it was better to carry out advocacy to policy makers, so that program implementation can run well so that the transmission of leprosy can be suppressed.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bujawati,E., Nildawati & Asni Syamsu Alam, 2016. Gambaran Persepsi Pasien tentang Penyakit Kusta dan Dukungan Keluarga pada Pasien Kusta di RS Dr. Tajudin Chalid Makasar Tahun 2015. Jurnal ilmiah (Online). www.google.com. Diakses tanggal 1 Oktober 2020 Jam 1045

Dinas Kesehatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe 2020. Profil Dinas Kesehatan Tahun 2018

Edwards III, 1980 (dalam Subarsono, 2010), Analisi Kebijakan Publik. Konsep Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Kemenkes R.I, 2011. Keputusan Menteri Kesehatan RI. Tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Tingkat Propinsi, Kabupaten dan Rumah Sakit.

Kemenkes R.I 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2019. Tentang Penanggulangan Kusta. https://www.kemenkes.go.id. Diakses Tanggal 27 Februari 2020.

Kiki Agustin, Fatmala, 2016. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan KepatuhanMinum Obat Kusta di Kecamatan Pragaan. Http://e-journal.unair.ac.id. Diakses tanggal 29 September 2020 Jam 11.20

Maranatha, L.A, 2015. Evaluasi Program Pengendalian Penyakit Kusta di UPTD Puskesmas Cikampek Kabupaten Karawang Periode Januari sampai dengan Desember 2012. Jurnal Ilmiah (Online). www.google.com. Diakses tanggal 29 September 2020 Jam 11.45

Muhamad, S, 2015. Efektifitas Promosi Kesehatan tentang Kusta dengan Metode Ceramah dibandingkan dengan Leaflet bagi SMA I Teluk Batang Kayong Utara. Jurnal ilmiah (online). www.neliti.com. Diakses tanggal 1 Oktober 2020 Jam 10.15

Mulyadi, A, 2017. Upaya Penderita Kusta Dalam Mencegah Derajat Kecacatan. http:www.google.com.Diakses tanggal 29 September 2020 Jam 10.30

Notoatmodjo, S, 2010. Ilmu Prilaku Kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta

Pangaribuan, J., F, 2012. Pengaruh Faktor Presdisposisi Pendukung dan Pendorong terhadap Pencegahan Kecacatan Pasien Penyakit Kusta di RS Kusta HutasalemKabupaten Tobasa tahun 2012. Jurnal.usu.ac.id.www.google.com. Diakses tanggal 1 Oktober 2020 Jam 21.30

Rahman, Abd., Hasanah., & Nur Suci Dwi Wulan, 2016. Evaluasi Program Pengendalian Penyakit Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Lompentodea Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi. Jurnal (Online), Volume 7 No 2 Oktober 2016, http:www.google.com.Diakses tanggal 29 September 2020 Jam 10.30

Rustam Muh Azhri, 2018. Determinan Keberasilan Pengobatan Multi Drug Therapy pada Penderita Kusta Tipe Multibaciler. Http://jurnal. stikes-yrsds.ac.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2020 Jam 11.00

Subarsono, A.G, 2012. Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sugyono, 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif. R dan D. Bandung

Waworuntu, 2019. Kemoprofilaksis Sebagai Leprosy Post Exposure Prophylaxis Mampu Turunkan Kasus Baru Kusta. P2P. Kemenkes RI, Direktorat Jenderal Pencegahan Pengendalian Penyakit. Diakses tanggal 28 Maret 2020

Widoyono, 2008. Penyakit. Tropis.Penerbit Erlangga: Jakarta

Word Health Organisation, 2010. InfoDatin. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Yin, 2011. Metodelogy Buku Cetak Ulang Rajawali: Pers

Published
2021-01-21