MODIFIKASI ALAT TANGKAP BUBU LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK NELAYAN DI PULAU BEENG LAUT KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

MODIFICATION OF LOCAL FISH TRAP IN ORDER TO INCREASE INCOME OF FISHERMEN IN BEENG LAUT ISLAND SANGIHE REGENCY

  • Costantein Imanuel Sarapil Politeknik Negeri Nusa Utara
  • Eunike Kumaseh Politeknik Negeri Nusa Utara
Keywords: Beeng Laut, Bubu, ikan demersal, ekosistem pesisir, perencanaan keuangan

Abstract

Alat tangkap Bubu atau yang lebih dikenal dengan sebutan Somba bagi masyarakat lokal, merupakan alat tangkap yang sudah cukup lama digunakan oleh kelompok nelayan penangkap ikan di Kampung Beeng Laut. Namun, keterbatasan konstruksi alat tangkap bubu yang terbuat dari anyaman bambu, mendorong Tim Pengabdi untuk memodifikasi alat tangkap tersebut menjadi lebih tahan lama. Sehingga dengan adanya modifikasi alat tangkap Bubu yang menggunakan besi dan tali jaring bahan PE multifilament, selain lebih tahan lama, juga membantu mengurangi biaya dan waktu pembuatan alat tangkap sehingga dapat meningkatkan pendapatan nelayan penangkap ikan demersal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga kelompok nelayan yang menjadi mitra. Mitra diharapkan dapat melakukan penangkapan ikan yang ramah lingkungan dengan menggunakan modifikasi alat tangkap somba. Tim PKM memberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai modifikasi dari alat tangkap somba, serta pelatihan teknik pengoperasiannya. Target luaran yang dihasilkan berupa jurnal ilmiah dan produk alat tangkap somba yang diberikan kepada mitra. Tim PKM juga memberikan penyuluhan tentang ekosistem pesisir dan perencanaan keuangan bagi mitra. Jumlah alat yang diberikan bagi kelompok nelayan yang ada di kampung Beeng Laut yaitu 15 unit bubu, 5 buah cool box, 5 buah kacamata air, dan 3 ujung besi untuk pembuatan alat tangkap Jubi. Hasil yang diperoleh belum maksimal yaitu 1 – 3 ekor ikan per Bubu, karena pengaruh faktor cuaca.

 

Bubu or better known as Somba by the local people in Beeng Laut Island is a fishing gear that has been used by the people for generations. However, bubu made of bamboo is less durable, motivating our community service team (shorthened for team PKM) to modify the traditional fishing gear to last longer in the sea. The modified bubu is made of iron and multifilament polyethylene (PE) ropes. In addition to being more robust in the sea, this type of bubu is cheaper and requires shorter time to build, therefore possibly increasing the local fishermen’s income. This community service aimed to improve the welfare of our local fishermen partner and encouraged them to practice environmentally friendly fishing method by using the modified bubu. Our PKM team mentored and trained the local fishermen on how to modify Somba and equipped them with necessary fishing techniques. Targated outputs of this PKM include one published scientific article and a few somba fishing gears as final products of this community service. The team also introduced the local people to coastal ecosystems and financial planning. Moreover, the team provided fishermen partner with both fishing and auxiliary fishing tools such as fifteen units of Bubu, each five pieces of cool box and goggle and three iron rods for spears. Unfortunately, during tryout of the modified bubu, the fishermen caught only 1-3 fish due to wheather.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Costantein Imanuel Sarapil, Politeknik Negeri Nusa Utara

Program Studi Teknologi Pangkapan Ikan

Eunike Kumaseh, Politeknik Negeri Nusa Utara

Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan

References

Fauzi, Akhmad. 2010 “ Ekonomi Perikanan “ PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta. (hal 66-67)

Mudjiarto dan Aliaras Wahid 2006 “ Membangun Karakter dan Kepribadian Kewirausahaan” Penerbit GRAHA ILMU Yogyakarta dan UIEU- UNIVERSITAS PRESS Jakarta Barat

Noer, Justian. 2011. Thesis “ Perikanan Bubu Dasar Di Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung “ Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. (hal 1)Sarapil dan Wuaten, 2015 “efektifitas lama benaman somba (soaking time) terhadap hasil tangkapan ikan di Perairan kampung Kalongan Kabupaten Kepulauan Talaud”. Jurnal ilmiah Tindalung Volume 2 Nomor 1 Nomor ISSN 2442-7381

Sarapil dan Wuaten, 2015 “efektifitas lama benaman somba (soaking time) terhadap hasil tangkapan ikan di Perairan kampung Kalongan Kabupaten Kepulauan Talaud”. Jurnal ilmiah Tindalung Volume 2 Nomor 1 Nomor ISSN 2442-7381

Published
2019-11-30