PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERILAKU SEKSUAL BERISIKO HIV/AIDS PADA REMAJA

HEALTH EDUCATION ON HIV/AIDS SEXUAL RISK BEHAVIOR AMONG TEENAGERS

  • Veronica Silalahi STIKES KATOLIK ST.VINCENTIUS A PAULO SURABAYA
Keywords: perilaku seksual beresiko, HIV/AIDS, remaja

Abstract

Perilaku seksual pada remaja perlu diperhatikan karena rasa ingin tahu remaja pada halhal baru sangat tinggi, dan ini sangat berisiko saat remaja mulai mencoba untuk melakukan hubungan seksual tanpa mengetahui akibatnya di waktu yang akan datang. Kelompok remaja merupakan kelompok yang rentan terkena HIV/AIDS karena mereka memiliki kecenderungan untuk mencoba dan mencari tahu kegiatan apa yang dilakukan oleh orang dewasa, termasuk kegiatan yang berhubungan dengan seksualitas. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi kepada remaja dan meningkatkan pengetahuan tentang perilaku seksual beresiko HIV/AIDS pada remaja katolik di Gereja Sakramen Maha Kudus Surabaya. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan secara online melalui zoom meeting kepada remaja katolik, yang dilakukan pada tanggal 26 Juni 2021 pada 30 remaja. pemberian pretestposttest dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan ini didapatkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan 47% pengetahuan cukup, 33% pengetahuan kurang, dan 20% pengetahuan baik. Setelah diberikan pendidikan kesehatan didapatkan 100% pengetahuan baik. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyatakat dalam bentuk pemberian pendidikan kesehatan dilakukan untuk memberikan informasi kesehatan dan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan remaja tentang perilaku seksual beresiko HIV/AIDS.

Sexual behavior in adolescents needs to be considered because adolescent curiosity about new things is very high, and this is very risky when teenagers begin to try to have sexual intercourse without knowing the consequences in the future. Teenagers are vulnerable to HIV/AIDS because they tend to try and figure out what activities adults are doing, including activities related to sexuality. The purpose of this community service is to provide education to adolescents and improve understanding/knowledge about sexual behavior at risk of HIV / AIDS in Chatolic Teenagers At Sakramen Mahakudus Church Surabaya. This activity is carried out by providing health education online through zoom meetings to catholic youth that held on June 26 Juni, 2021 on 30 teenagers, and pretest-posttest giving, and evaluation of activities. The results of this activity were obtained before being given health education 47% average knowledge, 33% poor knowledge, and 20% good knowledge. After being given health education obtained 100% good knowledge. The implementation of community service activities in the form of providing health education is carried out to provide health information and this activity improves the knowledge and understanding of adolescents about sexual behaviors risk of HIV/AIDS.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budiman, & Riyanto, A. (2014). Kapita Selekta Kuesioner: Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Salemba Medika.

Gereja Katolik Keuskupan Surabaya. (2019). Komis Remaja. https://www.keuskupansurabaya.org/department/

komisi-remaja/

Handayani, O. W. K., Wiranti, Ii., Raharjo, B. B., & Nugroho, E. (2019). The Reproduction Health Behavior of High School Teenagers in Semarang, Indonesia. The Open Public Health Journal, 12, 309–314.

https://doi.org/10.2174/1874944501912010309

Istiqomah, N., & Notobroto, H. B. (2017). PengaruhPengetahuan, Kontrol Diri terhadap Perilaku

Seksual Pranikah di Kalangan Remaja SMK di Surabaya. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan,

(2), 125.

https://doi.org/10.20473/jbk.v5i2.2016.125-134

Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS). (2019). AIDS data 2019. In Science (Vol. 268, Issue 5209).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Profil Kesehatan Indonesia 2016. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kesumawati, K. A. S. (2019). Hubungan Pengetahuan Remaja Tentang Hiv/Aids Dengan Perilaku Seksual Remaja Di Smk Mutiara Kota Bandung. Journal of Midwifery and Public Health, 1(2), 1–6. https://doi.org/10.25157/jmph.v1i2.3004

Mariani, N. N., & Arsy, D. F. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja Di Smp Negeri 15 Kota Cirebon Tahun 2017. Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 5(3), 443.

https://doi.org/10.33366/cr.v5i3.711

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2010). Fundamental Keperawatan (7th ed.). Elsevier.

Rahayu, I. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang HIV / AIDS. Jurnal Endurance, 2(2), 145–150.

Rahyani, K. Y., Utarini, A., Wilopo, S. A., & Hakimi, M. (2017). Perilaku Seks Pranikah Remaja. Kesmas: National Public Health Journal, 7(4), 180. https://doi.org/10.21109/kesmas.v7i4.53

Sarwono, S. W. (2019). Psikologi Remaja. Rajawali Pers.

Published
2021-11-01