TEKNIK PEMBUATAN JARING INSANG DASAR (BOTTOM GILL NET) RAMAH LINGKUNGAN DI KAMPUNG DALAKO BEMBANEHE KECAMATAN TATOARENG, KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

MANUFACTURING TECHNIQUE OF ECO-FRIENDLY BOTTOM GILL NET IN DALAKO BEMBANEHE VILLAGE TATOARENG REGION SANGIHE ISLANDS DISTRICT

  • Yuliana Varala Tatontos Politeknik Negeri Nusa Utara
  • Julius Frans Wuaten Politeknik Negeri Nusa Utara
  • Ishak Bawias Politeknik Negeri Nusa Utara
  • Getruida Nita Mozes Politeknik Negeri Nusa Utara
Keywords: Bottom Gill Net, Dalako Tatoareng, ramah lingkungan

Abstract

Penangkapan ikan merupakan suatu usaha yang dilakukan manusia untuk mendapatkan organisme-organisme yang ada di perairan. Untuk mendapatkan organisme tersebut dibutuhkan alat tangkap yang sesuai dengan kondisi perairan setempat. Kampung Dalako  Bembanehe merupakan salah satu kampung di pesisir Pulau Kahakitang, yang memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup baik. Masyarakat lokal umumnya memiliki pekerjaan sebagai nelayan dan petani. Alat tangkap produktif yang digunakan oleh masyarakat yaitu jaring insang dasar (Bottom gill net) digunakan untuk menangkap ikan layang atau nama lokal  “talang” dan jaring insang untuk menangkap ikan julung-julung atau “roa”. Nelayan Kampung DalakoBembanehe memiliki peluang meningkatkan taraf hidup dengan penerapan teknologi penangkapan ikan alat tangkap jaring insang dasar ikan layang dan jaring ikan “roa”. Jumlah hasil tangkapan yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan hasil tangkapan handline, dimana penghasilan nelayan setiap pengoperasian alat tangkap minimal Rp 350.000/orang, 8 kali operasi penangkapan ikan setiap bulan, jika dirata-ratakan masing-masing nelayan memperoleh penghasilan Rp 2.800.000/bulan. Tujuan utama kegiatan ini yaitu untuk mengatasi permasalahan pada kelompok nelayan, dengan melakukan (1) Introduksi penerapan ketrampilan teknik pembuatan alat tangkap jaring insang yang baik dan benar, serta (2) melakukan penerapan metode/teknik pengoperasian alat tangkap  jaring insang dasar “talang” yang ramah lingkungan. Rancangan evaluasi yang digunakan untuk menilai apakah kegiatan pengabdian ini berhasil atau tidak adalah dengan membedakan jumlah hasil tangkapan ikan sebelum dan sesudah program kemitraan Masyarakat dilakukan. Hasil yang didapat dalam pelaksanaan kegiatan PKMS ini adalah, kelompok nelayan pesisir di Kampung Dalako Kecamatan Tatoareng mendapatkan satu paket Gill Net, serta pelatihan penerapan metode/teknik pengoperasian alat tangkap  jaring insang dasar “talang” yang ramah lingkungan. Selain itu, kualitas hasil tangkapan yang didapat oleh nelayan juga bertambah dari penggunaan alat tangkap ikan sebelumnya.

 

Fishing is an attempt by human or fishermen to catch aquatic/marine organisms or fish. To catch fish, fishermen need appropriate fishing gears that are suitable with a particular water condition. Located in Kahakitang Island, Dalako Bembanehe village is a costal area with  fisheries potential and a majority of its people work as farmers and fishermen. Productive fishing gears used by the local fishermen include basic gillnet or bottom gillnet to catch scad fish or "gutters" and gillnets to catch halfbeak fish or also called "roa" by the local community. Fishemen in the village havean opportunity to improve their income by using bottom gillnet and “roa” fishing nets because these fishing gears were reported to have much higher fish catch than that of handline. It was already estimated that by using this fishing gear, a fisherman could earn  Rp 350.000 in one operation and on average Rp 2.800.000 in a month. The main purpose of this community service was to solve the problem of low fish catch faced by a group of local fishermen in Dalako Bembanehe by teaching the group the skills (1) for making gill net and (2) for appropriately operating the environmentally friendly basic gill nets. To assess the impact of the program, we compared the number of fish catch before and after our community service. This program resulted in the provision of one set of gill net to a group of local fishermen in Dalako Bembanehe and earned skills for making and operating basic gillnet and gill nets through training, which in turn significantly increased the fish catch of the targeted local fishermen compared to their previous catch. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Wuaten, J. F., Julius, Reppie E., Labaro, I.L., 2011. Kajian Perikanan Tangkap Ikan Julung-Julung (Hyporhamphus Affinis) Di Perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis Vol. VII-2, Agustus. Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Wuaten, J. F., Julius, Edwin O. Langi, Dekrist Kapai .2018. IBM Jaring Insang Kelompok Nelayan Dusun I Dan II Kampung Lipang Kecamatan Kendahe Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 2 (2018). E-Journal Polnustar (Online) http://e-journal.polnustar.ac.id/tkrg /article/view/145. Politeknik Negeri Nusa Utara. Tahuna

Subehi, S; Boesono, S; dan Ayunita, D; 2017. Analisis alat penangkap ikan ramah lingkungan berbasis code of conduct for responsible fisheries (CCRF) di TPI Kedung Malang Jepara. (Online) Https://ejournal2. undip.ac.id di akses 23 Agustus 2019

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. PER.71/MEN/2016 tentang jalur Penangkapan Ikan dan Peletakan alat Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Published
2019-11-30